Aside

Semangkuk Nikmat

bakso-malangSusunan bakso bercengkarama begitu mesra nya dengan pangsit goreng ditemani mie kuning yang terlilit seperti bola, ada juga tahu isi berdiri disampingnya. Aroma kuah dari rebusan bakso sampai ke reseptor rasa dan mengirim sinyal ke otak lalu  perut pun dengan penuh pengertian merespon. Ah.. pengen rasanya mencoba semangkuk bakso malang, periksa dompet. alhamdulillah aman, maka beli lah semangkuk baso…

” Bang, pesen 1 ya…” pinta saya

Dicampur semua nih?  ” iya, bang..”

tidak sampe 5 menit, bakso malang lengkap dengan isi dan hiasan bumbu didalamnya siap tersedia..

Emhhh…. Yummy… sangat menggoda keliatannya.. taburan bawang goreng dan daun seledri tidak absen didalam mangkuk. Tidak lupa sedikit sambel dan saus menemani, sebagaimana lazimnya ritual memakan bakso. Lidah sudah tak sabar untuk segera merasakan nikmatnya bakso malang.

Dan tiba saat sendok mengantarkan bakso bersama kuah masuk ketempat awal makanan diproses sebelum masuk kedalam usus…

“uhh….emh…. wajah saya langsung menahan perih dan air mata keluar dari ujung mata”

Ya Allah, huhu…. perihnya… kuah bakso yang pedah menyentuh kulit dinding mulut atas yang sedang sariawan..

Bakso yang nikmat serasa hambar, sariawan sebesar biji kacang hijau merusak suasana makan. Akhirnya pelan- pelan bakso dihabiskan meski sering berhenti untuk menahan rasa perih akibat sentuhan kuah atau isi bakso.

Ya Allah, begitu besar nikmat yang telah Engkau berikan. Betapa banyak nikmat selama ini mungkin tidak pernah disadari namun sangat berarti. Begitu mudah bagi Mu mencabut nikmat yang telah engkau berikan pada hambamu.  Nikmat Iman, Islam, Sehat, Panjang Umur dan lainnya yang tidak mampu kami menghitungnya adalah anugerah yang tak terkira yang telah Engkau berikan, Ya Allah jadikanlah kami orang- orang yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan. Aamiin

Ya Allah mungkin kami sering lalai, khilaf dan lupa bahwa engkau selalu memberikan rahmat dan kasih sayang kepada kami. Ya Allah maafkan kami…. Nikmat Mu begitu besar…

Semangkuk bakso dan sariawan menjadi pengingat akan besarnya nikmat Mu…

Advertisements
Aside

Menikah

“saya terima nikahnya Arina R. Syahidah dengan mas kawin tersebut tunai”..

Sah… sah….. sah

Ah… momen mendebarkan itu telah terlewati, satu janji telah terucap didepan wali dan para saksi. Hadirin semua bahagia dan yang paling bahagia kedua pengantin tentunya. Ribuan doa terucap semoga pasangan baru dianugerahi keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah serta memperoleh keturunan yang sholeh dan sholehah.

IMG_20170331_213849

Tepat sebulan yang lalu 8 Maret 2017, janji suci telah terucap dihadapan wali. Ah… sekarang sudah berganti status dari bujang menjadi seorang suami. Perasaan senang, gembira, takut dan khawatir menjadi satu.. entah memang ini perubahan suasana sebagai pengantin baru.. 😀 tapi yang pasti sekarang sudah tidak sendiri lagi. Jika mau kondangan sudah ada yang menemani, mau makan ada yang nyiapin (meskipun waktu masih jomblo juga ada..wkwk), mau tidur…. *ah ga usah ditanya… dan yang pasti pertanyaan horor “Kapan Nikah?” sudah hilang, tapi……. akan ada pertanyaan menyebalkan lainnya… hahahah *you know what i mean..

Sebagai pasangan baru tentu banyak hal baru yang muncul dari pasangan kita. Oleh karena itu menerima dan menyikapi setiap perbedaan karakter dan sifat masing- masing dengan bijak adalah kunci untuk saling memahami. Karena membangun rumah tangga itu perlu ilmu dan seni maka akan ada banyak peristiwa yang mewarnai kehidupan berumah tangga. let’s see…

Menikah..

Satu fase kehidupan yang setiap orang “normal” mengalami dan mendambakannya, entah cepat atau lambat proses itu dilakukan. Menikah merupakan ucapan janji untuk mengambil tanggungjawab lebih terhadap pasangan yang telah di pilih. Kemudian melaksanakan setiap hak dan kewajiban masing- masing sebagai seorang suami dan istri.

Perlu banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum mengemban tugas suci ini, persiapan materi, fisik, ruhani dan ilmu sangat dibutuhkan karena menikah bukan hanya sekedar hubungan biologis dan kepuasan sesaat namun lebih dari itu ada visi dan misi yang perlu dibangun dan dicapai bersama.

Dalam Islam, menikah merupakan bagian dari ibadah yang disyariatkan. Mengikuti tuntunan yang telah Rasulullah SAW contohkan. Membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah mempersiapkan generasi yang taat pada Allah dan RasulNya.

Ketakutan sebelum menikah..

ada banyak hal dan pertanyaan yang sering timbul dan menjadi ganjalan sebelum menikah. belum bekerja? belum lulus kuliah? belum mapan? belum punya rumah? belum ini dan belum…ahh… pokoknya deh banyak alasan yang timbul hingga kita belum menikah, saya juga termasuk.. hehehe

lalu ko sekarang menikah? Ya, karena sudah masuk dalam rencana hidup. Kalo dibilang belum mapan ya memang belum, toh banyak yang sudah mapan juga ga berani menikah. Menikah bukan hanya sekedar mapan, punya pekerjaan tetap atau yang lainnya. Menikah soal niat, niat untuk mengikuti sunah Rasulullah SAW, niatkan untuk ibadah, dan niatkan untuk menjaga diri dari maksiat. Emhh…. you know lah, godaan terbesar laki- laki adalah wanita.

Dari banyak diskusi dari senior yang telah lebih dahulu membina rumah tangga. Nikah memang soal niat, berani dan mampu (dalam segala hal) tentunya. Urusan rejeki bukan kuasa kita, yang kita lakukan hanya berusaha, bekerja, ikhitar lebih giat. Rejeki akan datang dengan sendirinya. Bukannya Allah SWT sudah menjamin rejeki setiap mahluk? Niat yang lurus akan memudahkan langkah kita untuk membina rumah tangga, serius? Coba tanya aja sama yang sudah menikah..hehe

Setelah menikah gimana rasanya??

Emh…..Mau tau?? apa mau tau banget? hehe

Satu kata aja ya… Menikah itu jauh lebih baik…hehe

Udah dulu ya… alhamdulillah sudah sebulan saya menjadi suami. Insyaallah akan share lagi cerita yang lainnya.

Sudah siap menikah??

Aside

Laki- Laki itu Harus Kuat

Laki- laki itu harus kuat?? hah, kuat apanya?

Ya kuat semuanya..

img-20160906-wa0005

Kuat Fisik

Laki- laki itu pelindung bagi perempuan dan kaum yang lemah lainnya, jadi harus punya fisik yang kuat agar mampu menjaga, melindungi dan mengayomi keluarganya. Karena tugas utama pria adalah menafkahkan keluarga maka kondisi fisik yang prima adalah syarat utama agar keluarga tetap sejahtera dalam kehidupannya.

Seperti pepatah Mens sana in corpore sano, tubuh yang sehat dan fisik yang kuat melahirkan jiwa yang kuat. Rasul pun bersabda bahwa “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan”. Jadi mari latih tubuh kita dan tingkatkan kekuatannya dengan banyak mengolah raga. Bagaimanapuni fisik yang kuat akan lebih enak dilihat orang daripada yang letoy. 😀

Kuat Mental

Karena hidup tak hanya berisi kesenangan maka akan datang masa dimana kesedihan, musibah dan cobaan datang menerpa. Maka persiapakan dirimu untuk menghadapi kondisi tersebut. Terlebih lelaki adalah pemimpin rumah tangga. Mentalnya harus sekuat baja. Pundaknya harus mampu menopang beban seberapa pun besarnya. Penengah dalam konflik dan pemberi solusi manakala situasi sulit. Are you ready?

Kuat Finansial

Lelaki adalah calon pemimpin rumah tangga. Maka sebelum, saat dan selama menjadi kepala rumah tangga laki- laki harus menyiapkan diri agar finansial keluarganya terjamin. Terlebih sebelum laki- laki memutuskan untuk menjadi kepala rumah tangga, banyak hal yang harus dipersiapkan.

Bekerjalah…. Jemputlah rezeki dengan jalan yang halal lagi baik.

Karena harga diri laki bisa dilihat ketika dia berusaha untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja.

Kuat Spiritual

Selain ketiga kekuatan diatas diperlukan pula kekuatan lain yaitu kekuatan spiritual. Yup, untuk menjalani kehidupan ini harus punya ilmu. Semua ilmu harus dikuasai baik yang wajib maupun yang sunah. Terlebih bila sudah memiliki keluarga, maka ilmu tentang keluarga sudah sepantasnya dikuasai, dipahami dan diterapkan.

Laki- laki akan menjadi nahkoda  bagi keluarganya. Penentu arah rumah tangga akan dibawa kemana menjadi tanggung jawab besar baginya. Mendidik anak menjadi orang- orang yang sholeh, mengenal akan tuhan dan hakikat diciptakannya merupakan tugas seorang ayah untuk membimbingnya.

Jadilah laki- laki pemimpin, karena ditanganmulah perubahan itu terjadi.

Aside

Narasi Menjelang Pagi

Kalau ditanya tentang waktu yang paling nyaman untuk berdiskusi pada diri sendiri jawabnya ada di pagi hari. Jika ada waktu yang paling syahdu untuk curhat pada sang pemilik hati  ya di pagi hari. Bukan pagi saat matahari mulia bangun dari tidurnya loh ya.. tapi pagi saat dinginnya malam sudah memuncak, hawa kantuk mencapai titik klimaks, embun- embun mulai turun dan banyak, saat tiap gerakan detik di jam dinding begitu jelas dan jernih suaranya, saat itulah dimana sebagian besar kita jatuh pada nikmatnya tidur.

Read more

Aside

Renungan Aktivis Kampus

AKTIVISPesan ini saya dapatkan dari pesan disalah satu grup WhatsApp. Isi pesannya bernada sindiran, teguran dan juga peringatan. Namun bisa menjadi bahan intropeksi bagi siapa saja yang salama ini aktif dalam berbagai kegiatan kampus namun masih minim peran untuk masyarakat yang lebih dekat padanya.

Berapa banyak yang membesar di kampus, tapi mengecil di masyarakat. Menjadi jagoan di kampus, menjadi sandera di masyarakat. Kampus itu tempat berlatih, masyarakat medan tempurnya. Jangan terbalik. Anda aktivis BEM? BPM? UKM? Pecinta Alam? Tanyakan pada dirimu: Jadi apa di masyarakat?

Ukuran kontribusi tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Tapi bisa jadi hal sederhana dan mendasar. Anda aktif di ROHIS? Senior di lembaga da’wah kampus? Tanyakanlah : Seberapa kenal dengan para jama’ah di mushola/masjid RT/RW?

Anda sekretaris BEM/BPM, Aktivis organisasi atau jagoan bikin event di kampus. Coba ingat-ingat : Pernahkah membuat proposal untuk acara RT/RW?

Punya follower di twitter? Yes. Bagaimana follower di masyarakat? , Banyak kenalan di kampus? Yes. Bagaimana dengan para tetangga ?

Jadi karyawan di perusahaan besar ? Jadi manager ? Senior manager ? Kalau di masyarakat jadi apa?

Bagus saat memimpin rapat? Baik saat berargumen? Jago presentasi? Yes. Tapi apa pernah mimipin rapat RT/RW.

Mari berjanji untuk lebih mengenal para tetangga. Lebih aktif di masyarakat. Lebih akrab. Lebih dekat dengan orang orang di sekitar kita.

Berjanjilah, jika kau adalah aktivis mahasiswa/karyawan perusahaan besar. Yang hanya pulang sebulan sekali atau pulang selalu larut malam. Jadikanlah keberadaanmu di rumah adalah cahaya bagi masyarakat. Sesampainya kau di rumah, keluarlah. Berbaurlah. Kunjungi keramaian. Tegur sapalah. Bertanyalah. Bergabunglah. Turut serta.

Kehadiran kita yang sesaat bisa jadi berharga bagi tetangga dan masyarakat. Kesertaanmu yang sebentar bisa jadi penuh makna bagi mereka.

Orang-orang besar, dimanapun tetap berperan besar. Orang-orang kecil, berperan hanya sewaktu-waktu. Orang luar biasa, turut serta, mengambil peran dan berkontribusi dalam situasi dan kondisi luar biasa.

Pengangguran yang sibuk dan peduli dengan tetangga lebih baik daripada trainer, motivator, penulis, jagoan twitter yg sibuk dengan diri sendiri.

Jangan salah, aktivis karang taruna lebih disayangi tetangga dibanding aktivis kampus.

Lulusan SD yang aktif di kegiatan masyarakatnya, lebih berarti dari lulusan sarjana yang hanya sibuk ikutan kompetisi karya tulis.

Mari, masih tersisa banyak waktu untuk KEMBALI PULANG ke masyarakat, ke rumah mu yang sesungguhnya. Saat kau melakukan itu, saat itu kita memahami makna dasar kepemimpinan. Semua bermula dari sini, dari titik terkecil.